Study in statistics: motivation, independence, and learning achievement

Setelah menunggu selama hampir satu tahun, artikel ini telah terbit di Journal of Physics: Conference SeriesVolume 1613. Artikel sederhana yang mengupas tentang motivasi, kemandirian, dan prestasi belajar statistika ini sebelumnya sudah dipresentasikan pada Ahmad Dahlan International Conference on Mathematics and Mathematics Education (ADINTERCOMME) yang dilaksanakan pada tanggal 8-9 November 2019.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan kombinasi blended learning dan problem based learning dalam meningkatkan motivasi, kemandirian, dan prestasi belajar statistika mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu yang dilakukan pada mahasiswa IAIN Ponorogo. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah tes hasil belajar, tes kemandirian belajar, dan angket motivasi belajar. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan MANOVA dan dilanjutkan dengan Uji Bonferroni. Hasil uji MANOVA diperoleh signifikansi sebesar 0,000 sehingga dapat disimpulkan bahwa kombinasi blended learning dan problem based learning lebih efektif dalam meningkatkan motivasi belajar, kemandirian, dan prestasi belajar statistika dibandingkan blended learning dan problem based learning.

Secara spesifik metode kombinasi lebih efektif dalam meningkatkan motivasi belajar mahasiswa daripada blended learning dan problem based learning. Pada aspek peningkatan kemandirian belajar mahasiswa, metode kombinasi memiliki efektivitas yang sama dengan pembelajaran berbasis masalah. Keduanya lebih efektif dalam meningkatkan kemandirian belajar mahasiswa daripada blended learning. Sedangkan pada aspek prestasi belajar metode kombinasi lebih efektif dalam meningkatkan prestasi belajar statistika mahasiswa dibandingkan dengan blended learning dan problem based learning.

Pengunjung budiman dapat unduh artikel lengkap di sini. Selamat membaca. Semoga bermanfaat.

Pembelajaran Daring untuk Pendidikan: Teori dan Penerapan

Pembelajaran tidaklah selalu diartikan sebagai sesuatu yang statis melainkan suatu konsep fleksibel yang berkembang dan mengikuti tuntutan pendidikan juga kebutuhan ilmu pengetahuan dan teknologi yang melekat pada wujud pengembangan sumber daya manusia.

Di Indonesia dunia pendidikan semakin mengalami perkembangan yang signifikan. Perkembangan ini terlihat dari semakin beragamnya metode pembelajaran yang digunakan. Metode yang digunakan banyak memanfaatkan berbagai media untuk meningkatkan kualitas hasil pembelajaran. Media pembelajaran yang saat ini digunakan mengikuti perkembangan teknologi yang semakin pesat. Dinamika teknologi saat ini mencapai akselerasi yang luar biasa. Teknologi yang dipelajari beberapa tahun yang sudah lalu mulai tergantikan dengan teknologi yang baru termasuk berbagai cara.

Dapatkan buku ini secara lengkap di sini. Apabila para pengunjung budiman berkenan mengutip tulisan ini, silakan klik di sini. Selamat membaca. Semoga bermanfaat.

Platform Asesmen untuk Pembelajaran Daring

Gotong royong. Eka sila yang dirumuskan Soekarno menginspirasi lahirnya buku ini. Sepuluh dosen dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, bergotong-royong menulis buku ini.

Buku ini mencoba memberikan solusi asesmen pembelajaran daring yang menjadi solusi ditengah wabah Covid-19. Berbagai teori tentang asesmen dikupas dengan sangat rinci. Kelebihan buku ini, selain mengupas secara teoretik, juga dilengkapi dengan praktik asesmen pembelajaran daring dengan menggunakan berbagai platform.

Dengan adanya buku ini, diharapkan para pendidik dapat mengetahui bagaimana konsep dan teori asesmen, hingga cara serta prosedur menggunakan platform asesmen dalam pembelajaran daring.

Dapatkan buku lengkap di sini. Apabila para pengunjung budiman berkenan mengutip karya ini, silakan klik di sini. Selamat membaca. Semoga bermanfaat.

Arah Baru Pembelajaran di Era Konormalan Baru

Hingga bulan September 2020, wabah Covid-19 di Indonesia belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Justru menunjukkan tren yang semakin meningkat. Bahkan, tercatat pada tanggal 19 September 2020 menyentuh angka penambahan yang mencapai 4.168 tambahan kasus baru (Kompas.com). Seluruh kota besar di Indonesia telah menunjukkan kasus positif Covid-19.

Tren penyebaran Covid-19 yang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir, tentu berdampak pada berbagai aspek kehidupan, termasuk bidang pendidikan. Baik pendidikan dasar, menengah, maupun pendidikan tinggi. Tri dharma perguruan dipaksa Covid-19 harus berubah, beradaptasi, dan bertransformasi. Pendidikan, penelitian, dan pengabdian harus dibawa ke dunia maya, menggunakan berbagai platform yang juga mulai menjamur.

Dampak Covid-19 sangat terasa pada bidang pembelajaran. Pembelajaran yang semua dilaksanakan secara luring (luar jaringan) atau blended learning, harus dilakukan secara daring (dalam jaringan). Demikian juga pada pendidikan tinggi, pembelajaran harus dilaksanakan secara online. Penetapan pelaksanaan pembelajaran daring pada semester ganjil tahun akademik 2020/2021 dilakukan melalui keputusan bersama Menteri Pendidikan, Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Kesehatan.

Lantas bagaimana sebaiknya pembelajaran daring pada perguruan tinggi dilakukan? Silakan simak catatan sederhana saya yang berupaya mengulas pembelajaran daring di era pola hidup baru (new normal) pada perguruan tinggi yang tertuang dalam buku antologi dengan judul “Pendidikan Tinggi di Masa Pandemi: Transformasi, Adaptasi, dan Metamorfosis Menyongsong New Normal”. Dapatkan buku lengkap di sini. Apabila para pengunjung cerdik cendekia semua berkenan mengutip tulisan saya, silakan klik di sini.

Selamat membaca. Semoga bermanfaat.

Menyambut Society 5.0 Melalui Blended Learning

Alhamdulillah, satu lagi tulisan yang berawal dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah terbit pada jurnal terakreditasi Sinta 3. Artikel yang telah terbit ini bercerita tentang pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pelatihan blended learning. Hadirnya revolusi industri 4.0 dan society 5.0 menjadi inspirasi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka untuk mempersiapkan sejak dini, agar para guru dan siswa tidak mampu bersaing dan menangkap peluang di masa yang akan datang.

Pendekatan yang digunakan pada kegiatan ini adalah participatory action research (PAR) dengan subjek dampingan yang menjadi mitra kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah Madrasah Aliyah Al-Ishlah Bungkal, Ponorogo. Kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu identifikasi masalah, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi pelaksanaan.

Hasil pelaksanaan kegiatan ini adalah pemahaman peserta yang tinggi terhadap materi yang disajikan, baik tentang revolusi industri 4.0, society 5.0, dan blended learning serta keterampilan peserta dalam menggunakan Google Classroom dalam pembelajaran. Indikator lain keberhasilan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini adalah hasil evaluasi peserta terhadap pelaksanaan kegiatan. Sebagian besar peserta menyatakan bahwa kegiatan sangat baik, baik pada aspek sistematika materi, kesesuaian materi, alokasi waktu setiap materi, cara penyampaian materi, kesempatan mengajukan pertanyaan, interaksi narasumber dengan peserta seminar, kualitas materi yang disampaikan, relevansi materi dengan kebutuhan, maupun kemenarikan materi yang disampaikan.

Silakan baca artikel lebih lengkap di sini.
DOI: http://dx.doi.org/10.30651/aks.v4i2.3499
Selamat membaca. Semoga bermanfaat.

Model Pengabdian Berbasis Kompetisi

Pengabdian merupakan salah satu tri dharma perguruan tinggi yang kerap kali dikesampingan. Memang secara langsung tidak berimplikasi pada dosen sebagai pelaksana pengabdian. Juga tidak ada tuntutan luaran berupa jurnal layaknya penelitian. Tidak ada juga standarisasi pengabdian kepada masyarakat. Karenanya, pengabdian menjadi tidak terlalu populer.

Pengabdian masyarakat sesungguhnya merupakan bentuk dharma bakti nyata dan langsung kepada masyarakat. Hasil penelitian yang ideal dengan visi setinggi langit perlu digunakan untuk mensejahterakan masyarakat. Tentu sesuai dengan keahlian yang kita miliki masing-masing.

Buku ini lahir dari ide yang sudah penulis tuangkan dan aplikasikan, yaitu pengabdian kepada masyarakat berbasis kompetisi. Pengabdian yang di kombinasikan dengan kompetisi antar dampingan.

Terdapat empat tahapan kegiatan pada pengabdian kepada masyarakat berbasis kompetisi. Kesatu, planning atau perencanaan. Pada tahap ini tim pelaksana pengabdian kepada masyarakat bersama masyarakat dampingan menyusun rencana bentuk kegiatan pemberdayaan secara bersama-sama. Kedua, tahap doing atau pelaksanaan. Pada tahap ini tim pelaksana pengabdian kepada masyarakat bersama masyarakat dampingan melaksanakan kegiatan yang telah direncanakan sebelumnya. Ketiga, kompetisi atau perlombaan. Pada tahap ketiga ini dilakukan perlombaan antar subjek dampingan berdasarkan parameter tertentu yang telah ditetapkan bersama. Keempat, apresiasi atau penghargaan. Pada tahap terakhir ini, subjek dampingan yang paling baik–sesuai dengan kriteria kompetisi yang telah dilakukan sebelumnya–diberikan apresiasi atau penghargaan.

Buku ini juga dilengkapi dengan uraian mengenai berbagai pendekatan pemberdayaan masyarakat, mulai dari PRA, RRA, SL, hingga ABCD. Masing-masing disebutkan tahapan, kelebihan, kekuarangan, dan perbedaannya. Selain itu, Buku ini juga dilengkapi dengan contoh best practice yang telah penulis lakukan.

Sebagai penutup buku, disajikan berbagai potensi luaran yang sangat bermanfaat bagi dosen, mulai dari buku, artikel pada jurnal, oral presentasi pada seminar nasional atau internasional, HKI (hak kekayaan intelektual) dan lain sebagainya. Jika penasaran, Anda dapat memiliki buku ini dengan murah di sini.

Selamat membaca. Semoga bermanfaat.

Menghitung Selisih Hari, Bulan, dan Tahun Menggunakan Excel

Excel Mania | 17 September 2018. Microsoft Excel memiliki beragam fungsi yang terkadang kita saja yang tidak tahu cara menggunakannya. Termasuk halnya dengan fungsi untuk mencari selisih tanggal, bulan, atau tahun. Misalkan, suatu ketika ada data mahasiswa masuk per tanggal 1 September 2014, kemudian yang bersangkutan lulus pada tanggal 12 Oktober 2018, terkadang kita dibuat pusing jika harus mencari manual. Kalau yang dicari hanya satu dua orang saja tidak ada masalah. Tetapi jika yang dicari lebih dari sepuluh, seratus, atau bahkan seribu, tentu akan menjadi sebuah masalah. Berdasarkan hasil googling, ketemu rumus “DATEDIF” yang bisa digunakan untuk mencari selisih tanggal, bulan atau hari.

Proofing Tools: Solusi Antisipasi Salah Ketik

Aduuuh. Salaah  ketikk. Ketidaktelitian kita terkadang mengakibatkan salah ketik. Tidak sedikit pengguna Microsoft Word abai terhadap kesalahan pengetikan. Padahal, Microsoft Word telah dilengkapi dengan fasilitas untuk mencek kesalahan pengetikan. Proofing namanya. Tandanya, muncul garis merah dan biru di bawah tulisan kita. Itu bukan variasi. Itu juga bukan kebetulan. Garis merah menunjukkan bahwa kata yang kita ketik adalah salah. Atau belum terdeteksi sebagai sebuah kata yang baku. Sementara garis biru mengingatkan kita, karena terlalu banyak memberikan spasi. Mestinya, spasi antar kata hanya satu spasi saja. Nah, jika kita memberikan lebih dari satu spasi, maka akan muncul garis biru di bawahnya.

Berikut adalah tutorial bagaimana penggunaan Proofing untuk menghindari kesalahan pengetikan.

  1. Silakan unduh terlebih dahulu file kata baku di sini. Ini adalah senarai kata baku yang untuk sementara berhasil kami dapatkan. Jika ada pembaca yang memiliki dan hendak berbagi file lain yang lebih update akan diterima dengan senang hati.
  2. Atur language preferences pada pojok kanan bawah layar Anda dengan memilih bahasa “English (United States)”. Jangan yang lain.
  3. Buka dan atur pada Microsoft Word Anda
    1. Klik File/Home/Botton Office, lalu Klik Options.
    2. Klik Proofing, lalu Klik Custom Dictionaries.
    3. Salin (Copy) alamat File Path pada Dictionary List
      (C:\Users\EDI IRAWAN\AppData\Roaming\Microsoft\UProof)
    4. Buka folder, lalu tempel (paste) pada kolom di sebelah kanan logo komputer, lalu Enter.
    5. Setelah muncul kotak dialog di bawah ini, lalu buka file notepad dengan nama “CUSTOM”
    6. Ganti isi Notepad “Custom” tersebut dengan menyalin (copypaste) senarai kosa kata bahasa Indonesia yang ada pada notepad hasil unduhan pada laman ini.
    7. Klik File lalu pilih Save
    8. Pastikan dictionary language nya menggunakan “English (United States)” sebagaimana yang ada pada language preferences.
    9. Klik OK.

Sederhana kan, mulai sekarang, jika Anda salah ketik, akan diingatkan oleh Microsoft Word. Jika masih menjumpai ada kata baku tetapi ada garis bawah merah, maka silakan klik kanan dan tambahkan ke kamus (add to dictionary). Selamat mencoba.

Google Classroom: Mudah, Praktis, dan Gratis

Nawariide News | Ponorogo, 8 Agustus 2019. Pagi itu, suasana ruang rapat FATIK IAIN Ponorogo terlihat sangat santai tapi serius. Sekira 25 orang Dosen FATIK antusias mengikuti diskusi. Diskusi rutin mingguan pada saat itu membahas sebuah aplikasi sederhana dari Google yang bernama Classroom. Meskipun sederhana, aplikasi tersebut dapat menjadi salah satu alternatif pembelajaran Daring (dalam jaringan). Sebuah pembelajaran yang menjadi song of the day. Pembelajaran yang memanfaatkan pesatnya perkembangan teknologi informasi, khususnya Internet. Pembelajaran kekinian yang diyakini paling relevan untuk saat ini.

Kesederhanaan Google Classroom justru menjadi kelebihannya. Mulai dari pembuatan akun yang sangat mudah, baik untuk pengajar (dosen/guru/tutor) maupun untuk pembelajar (mahasiswa/siswa). Cukup dengan memasukkan alamat email, akun langsung jadi. Profil user pada Classroom langsung tersingkronisasi dengan profil email kita. Satu akun bisa multi fungsi. Di satu sisi sebagai pembelajar dan di sisi lain sebagai pengajar. Bahkan untuk jumlah kelas yang banyak, dalam satu akun.

Apa saja yang bisa dilakukan di Google Classroom?

Dengan Classroom, pengajar dapat membuat kelas, mendistribusikan tugas, memberi nilai, mengirim masukan, dan melihat semuanya di satu tempat. Classroom membantu pengajar dan pembelajar mengorganisir tugas, meningkatkan kolaborasi, dan menumbuhkan komunikasi yang lebih baik. Pengajar juga dapat melacak progres siswa untuk mengetahui di mana dan kapan harus memberikan masukan tambahan.

Lantas apa saja kelebihan Google Classroom?

Pertama, akun Google Classroom dapat dibuat dengan singkat, mudah, gratis. Syaratnya, user harus punya email dari Google (Gmail). Kalau pun belum punya, bisa buat email dari Gmail dulu dengan sangat mudah juga.

Kedua, pemberian materi kuliah dengan cepat. Melalui menu Tugas Kelas atau Classwork, Pengajar dapat mengubggaj seluruh bahan ajar. Bahkan pengajar kelas paralel dapat merasakan efisiensi dengan Google Classroom, karena dapat mengunggah materi sekali untuk beberapa kelas sekaligus.

Ketiga, notifikasi secara real time. Kelebihan Google Classroom lainnya adalah fasilitas notifikasi melalui email secara real time. Misalnya seorang Dosen memberikan materi kuliah, tugas, dan kuis, maka seluruh siswa akan mendapatkan pemberitahuan saat itu juga melalui email. Demikian halnya dengan apabila siswa sudah mengirimkan tugas, saat itu juga Pengajar mendapatkan pemberitahuan bahwa mahasiswa nya sudah menyerahkan tugas.

Keempat, pemberian dan penyelesaian tugas, kuis, dan soal ujian dengan cepat, praktis, hemat. Karenanya, pemberian tugas, pelaksanaan kuis bahkan ujian dapat dilakukan secara paper less sehingga lebih efisien. Demikian halnya dengan para pembelajar, tidak perlu cetak tugas, pengumpulan tugas dapat dilakukan di mana saja, tidak harus menemui pengajarnya.

Kelima, fasilitas skoring yang mudah dan praktis. Google Classroom juga dilengkapi dengan fasilitas pemberian skor terhadap kuis atau tugas. Bahkan untuk soal pilihan ganda, dengan memanfaatkan Google Formulir yang juga terintegrasi pada Google Classroom, langsung memberikan koreksi dan update skor secara otomatis pula. Baik informasi skor kepada pengajar maupun kepada pembelajar. Google Classroom juga memanjakan pra pengajar, karena daftar nilai masing-masing siswa sudah tertata dan tersimpan otomatis.

Keenam, memungkinkan adanya diskusi secara online. Karenanya, kegiatan diskusi tidak harus selalu di kelas. Pembelajaran menggunakan bantuan Google Classroom memungkinkan pemberian tugas diskusi tanpa harus saling bertemu. Baik diskusi klasikal maupun kelompok.

Ketujuh, Google Classroom terintegrasi dengan berbagai aplikasi penunjang lainnya seperti Google Drive untuk penyimpanan file, Google Formulir Untuk angket, kuis, dan ujian, YouTube, dan lain-lain. Hal ini akan memudahkan para Pengajar.

Kedelapan, adanya fasilitas kalender. Fasilitas ini dapat digunakan untuk melihat daftar tugas, kuis, dan nilai menurut waktunya.

Setelah menyimak berbagai kelebihan di atas, silakan menentukan pilihan dalam menggunakan LMS (Learning Managemen System). Jika tertarik menggunakan Google Classroom, langsung klik di sini.

Tutorial Google Classroom Bagi Guru/Dosen

Tutorial Google Classroom Bagi Siswa/Mahasiswa

Pemanfaatan Google Classroom untuk Pembelajaran Daring

Di era pandemi Covid-19 ini telah diputuskan bahwa pembelajaran dilaksanakan secara daring (dalam jaringan). Pembelajaran daring perlu dikelola dan di manajemen dengan baik. Salah satu manajemen pembelajaran daring yang praktis dan mudah digunakan untuk adalah Google Classroom.

Bagi para pengunjung budiman yang penasaran dan dengan pemanfaatan Google Classroom untuk pembelajaran, silakan simak dan unduh pedoman di bawah ini:

Simak juga prosedur mengubah file CSV menjadi Excel di bawah ini.