Membangun Madrasah Menuju Revolusi Industri 4.0

Alhamdulillah telah terbit artikel saya di Jurnal E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat pada Vol 10, No 2 (2019). Artikel ini bercerita tentang pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dengan segmentasi Madrasah Aliyah di Kabupaten Ponorogo dalam rangka menyambut era revolusi industri 4.0. Hadirnya revolusi industri 4.0 harus disikapi dan dipersiapkan dengan sangat baik, termasuk halnya oleh madrasah. Peluang yang ada justru harus dijadikan pelecut semangat untuk berbenah dan berinovasi agar madrasah semakin maju dan berkembang. Kenyataan yang ada, jangankan untuk menghadapi revolusi industri 4.0, keberadaan website sebagai sarana informasi resmi saja belum ada. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berupaya memberikan solusi bagi madrasah swasta di Kabupaten Ponorogo yang belum memiliki website.

Kami menggunakan pendekatan participatory action research dalam melaksanakan serangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Secara teknis, dilakukan melalui lima tahapan pengabdian berbasis kompetisi yang meliputi persiapan, pelatihan, pendampingan, kompetisi, dan apresiasi. Hasil nyata kegiatan pengabdian ini adalah keberadaan website resmi madrasah dampingan. Seluruh website tersebut selanjutnya dilakukan kompetisi antar madrasah dampingan dengan beberapa kategori perlombaan. Madrasah dengan website terbaik pada masing-masing kategori diumumkan dan diberikan apresiasi pada kegiatan abdimas award. Indikator lain keberhasilan program pengabdian kepada masyarakat ini adalah hasil umpan balik dari Kepala Madrasah dampingan. Sebanyak 94% madrasah menyatakan bahwa secara umum pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terlaksana dengan sangat baik.

Terima kasih kami ucapkan kepada Dirjen Pendis Kementeraian Agama RI atas dukungan penuhnya terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Rektor dan LPPM IAIN Ponorogo yang telah mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Selain itu, ucapakan terima kasih juga kami sampaikan kepada para madrasah dampingan yang bersedia menjadi mitra kerja sama kegiatan ini..

Selamat membaca. Mohon masukannya.

Baca artikel lengkap di sini atau klik DOI: http://dx.doi.org/10.26877/e-dimas.v10i2.3229

Solusi Praktis Instalasi Software Error Side by Side

Pernahkah para sahabat mengalami kegagalan install software? Suatu ketika disaat mengajar Statistika, beberapa mahasiswa gagal install minitab dan SPSS, muncul peringatan “The application has failed to start because the side by side configuration is incorrect. Please see the application event log or use the command line sxstrace.exe tool for more detail.”

Setelah browsing menemukan banyak yang memberikan solusi dengan unduh dan install software tertentu. Namun setelah melalui perjalanan panjang, sepanjang jalan kenangan kira-kira, hehehe, ketemu solusi praktis tanpa unduh dan install software tertentu.

Solusinya sebagai berikut. Pertama silakan buka menu command prompt terlebih dahulu, dengan menekan tombol windows dan R secara bersamaan. Kemudian ketik “sfc” lalu tekan tombol enter dan tunggu sampai proses selesai. Selanjutnya silakan restart komputer atau laptop Anda. Coba buka kembali aplikasi yang sebelumnya Error Side by Side. Sudah bisa kan? Selamat mencoba…

MA Al-Ishlah Bungkal Bersiap Sambut Society 5.0

Nawari Ide News | Kamis, 10 Oktober 2019, Madrasah Aliyah (MA) Al-Ishlah Bungkal Ponorogo Jawa Timur, bersiap menyambut era revolusi industri 4.0 dan society 5.0. Kegiatan diawali dengan seminar tentang era disrupsi teknologi ini. Kemudian dilanjutkan dengan pelatihan pengajaran kekinian, berbasis online.

Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium Komputer ini diikuti oleh para Bapak Ibu guru MA Al-Ishlah Bungkal Ponorogo. Bapak Drs. Qomari, Kepala MA Al-Ishlah Bungkal Ponorogo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan dan pembelajaran. Terlebih di era globalisasi ini guru perlu mengikuti perkembangan zaman. Muaranya, mampu meningkatkan prestasi para siswa MA Al-Ishlah Bungkal.

Edi Irawan, bertindak selaku narasumber, menyampaikan kondisi baru wajah dunia saat ini. Terjadi perubahan yang signifikan, dimana pada era revolusi industri 1.0 ditandai dengan adanya penemuan mesin uap, revolusi industri 2.0 ditandai dengan ditemukannya listrik, selanjutnya revolusi industri 3.0 ditandai dengan ditemukannya komputer dan internet. Selanjutnya, era baru yang dikenal dengan revolusi industri 4.0, ditandai dengan pemanfaatan artificial intelligence (AI), robotics, the internet of things (IoT), autonomous vehicles, 3D printing, nanotechnology, biotechnology, material science, energy storage dan quantum computing.

Berkelindan dengan hal tersebut, pada tahun 2019, pemerintah Jepang telah mempublikasikan visinya dengan konsep society 5.0. Tahapan era peradaban ini di mulai dari society 1.0 yang ditandai dengan kehidupan berburu, society 2.0 ditandai dengan tahapan manusia mulai bercocok tanam, society 3.0 ditandai dengan adanya industrialisasi, dan society 4.0 ditandai dengan perkembangan dunia teknologi informasi yang massif. Society 5.0 merupakan misi masa depan di mana peradaban manusia didukung dengan artificial intelligence (AI), robotics, the internet of things (IoT) dan big data. 

Revolusi industri 4.0 dan society 5.0 ini perlahan tapi pasti akan memberikan dampak yang signifikan terhadap dunia pendidikan. Termasuk dunia pendidikan di Indonesia. Karenanya, Edi menyampaikan bahwa MA Al-Ishlah Bungkal perlu mulai menyiapkan sejak dini para siswanya mengenal teknologi informasi dengan baik. Salah satunya, para Bapak dan Ibu guru melakukan pembelajaran kekinian. Pembelajaran yang mengombinasikan pembelajaran online (daring) dan tatap muka (luring) atau yang dikenal dengan blended learning.

Pada sesi kedua, Dosen IAIN Ponorogo ini menyampaikan tutorial pemanfaatan Google Classroom sebagai salah satu aplikasi management learning system. Para Bapak dan Ibu guru MA Al-Ishlah Bungkal Ponorogo ini sangat antusias mengikuti pelatihan. Mulai dari membuat kelas, mengunggah materi ajar, membuat tugas, membuat kuis, dan membuat soal ujian.

Kegiatan diakhiri dengan adanya pemberian kuis bagi para Bapak dan Ibu guru MA Al-Ishlah Bungkal. Dengan memanfaatkan kahoot  Edi Irawan memberikan kuis terkait materi yang disampaikan.  Para Bapak dan Ibu guru MA Al-Ishlah Bungkal sangat antusias dan serius dalam menjawab kuis. Peserta yang mendapatkan skor tertinggi diberikan hadiah.

Pada penutupan kegiatan, Drs. Qomari menyampaikan ucapan terima kasih kepada narasumber dan seluruh peserta yang antusias mengikuti acara. Beliau sangat berharap kegiatan ini bisa ditindaklanjuti oleh Bapak dan Ibu guru MA Al-Ishlah Bungkal dengan menggunakannya pada pembelajaran.

Buat Soal Ujian Online Berbatas Waktu Dengan Google Form

Nawari Ide News | Ponorogo, 26 Agustus 2019. Beberapa hari yang lalu, saya penasaran dengan bagaimana membuat soal ujian online yang mudah dan praktis bagi orang awam. Sebagai penggiat pendidikan yang tidak berlatar belakang pendidikan IT bagus (seperti saya), bisa memanfaatkan sebuah aplikasi yang gratis, mudah, dan praktis, yaitu google formulir. Google formulir merupakan salah satu aplikasi online produk dari Google, yang bisa digunakan untuk membuat formulir, kuis, dan juga soal ujian. Namun, kelemahannya, pada Google Formulir tidak ada pembatasan waktu. Sehingga saya harus berfikir ulang, agar soal ujian bisa lebih aman dan ada batasan waktu yang jelas. Setelah melalui perenungan panjang, browsing panjang, dan praktik panjang, sekitar dua hari saja sih sebenarnya, alhamdulillah menemukan solusinya. Solusinya adalah dengan menggunakan pengaya (add-on) Timify.me. Sebuah pengaya tambahan untuk mengatur waktu penyelesaian kuis atau ujian menggunakan Google Formulir. Secara ringkas, berikut adalah tahapan membuat soal kuis atau ujian berbatas waktu menggunakan Google Formulir dan Timify.me.

Pertama kali silakan Anda login pada google formulir menggunakan email (gmail) Anda. Selanjutnya silakan pilih tambahkan formulir baru. Lalu silakan ketik judul dan deskripsi soal kuis atau ujian yang akan kita susun. Masukkan naskah soal satu per satu, beserta jawabannya (untuk soal pilihan ganda), sekaligus kunci jawaban dan skor jika jawaban tersebut benar. Setelah seluruh naskah soal selesai dientry, tahapan selanjutnya adalah saatnya setting waktu pelaksanaan ujian. Caranya adalah, silakan ditambahkan Add-On bernama Timify.me. Sebuah aplikasi pembatas waktu pada Google Formulir yang bersifat free. Selanjutnya, silakan login pada https://timify.me/ menggunakan email yang sama dengan email Google Formulir Anda. Kemudian, silakan aktifkan timify pada Add-On di Google Formulir lalu klik “Configure”.

Langkah selanjutnya adalah buka laman timify.me, lalu Klik “Create” untuk membuat link masing-masing user atau peserta ujian. Silakan masukkan email masing-masing user dan batas waktu pengerjaan (dalam menit), lalu Klik “Create”. Maka Anda akan diberikan tautan sebanyak user atau email yang Anda masukkan, dan soal sudah dapat diselesaikan sesuai dengan waktu yang tersedia. Anda dapat mengunduh seluruh alamat tautan dalam bentuk CSV. File tersebut dapat dengan mudah Anda buka di Excel. Jika kesulitan, tunggu postingan selanjutnya pada laman ini. Anda juga dapat mengirimkan tautan pada email peserta ujian masing-masing dalam sekejap. Setiap user/peserta ujian membuka formulir, maka pada bagian atas halaman formulir, akan ada waktu yang berjalan mundur. Mudah bukan?

Selamat mencoba…

Pemuda Wates Sekarang Melek Blog

Nawari Ide News | Wates, 29 Juli 2019. Blog bagi warga desa bukan hanya mimpi lagi. Kemudahan akses internet menjadi salah satu penunjang ketercapaian pembuatan blog. Termasuk halnya bagi para pemuda di Desa Wates, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo.

Adalah hadirnya mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Kelompok 29 dari Institut Agama Islam Negeri Ponorogo yang membawa dan memperkenalkan blog bagi para pemuda. Mahasiswa memfasilitasi para pemuda dengan mengadakan pelatihan nge-blok bagi para pemuda. Pelatihan yang dilaksanakan pada hari Senin, 29 Juli 2019 diikuti oleh para peserta dengan sangat antusias.

Pelatihan dimulai dengan memperkenalkan kepada para peserta tentang blog dan manfaat memiliki blog. Secara bertahap, peserta membuat blog dari awal, mulai mendaftarkan diri pada wordpress. Peserta secara bertahap berlatih membuat berita, mengungah gambar, membuat laman, mengganti dan memperbaiki tema. Bertindak sebagai narasumber pada hari itu adalah Edi Irawan, M.Pd.. Dosen IAIN Ponorogo yang sekaligus DPL kelompok 29 mendampingi para peserta dengan telaten.

Beberapa blog hasil pelatihan langsung dapat diakses. Diantaranya adalah blog untuk desa wates, blog SATRANS, SDN 2 Wates, dan lain-lain. Di akhir sesi, diberikan quis online menggunakan kahoot. Materi yang menjadi bahan quis adalah materi selama pelatihan. Peserta yang mendapatkan skor quis tertinggi diberikan souvenir berupa mug cantik bergambar logo IAIN Ponorogo.

Unduh materi pelatihan lengkap tentang Mengenal, Membuat, dan Memanfaatkan Blog di sini.

Usia, Bukan Alasan Menjadi Guru Virtual

Nawariide News | Sabtu, 16 Februari 2019. Gema revolusi industri 4.0 tidak hanya lantang di perkotaan. Tetapi juga di pedesaan. Tidak hanya di dunia pendidikan tinggi. Tetapi juga di dunia pendidikan dasar dan menengah. Tidak hanya pada kaum muda. Tetapi juga pada golongan emak-emak (ibu-ibu).

Lahirnya revolusi industri 4.0 juga harus dibarengi dengan pembelajaran 4.0. Sebuah pembelajaran yang up to date. Pembelajaran yang menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Karenanya, guru juga harus meng-upgrade diri. Sesuai tuntutan dan perkembangan zaman. 

Banyak hal yang bisa dilakukan di era disrupsi teknologi ini. Salah satunya adalah pembelajaran yang mengombinasikan antara pembelajaran konvensional dan pembelajaran daring (dalam jaringan/online). Blanded Learning katanya Pak Dr. Wirawan Fadly, M.Pd. (Kajur Tadris IPA). Kelas virtual tampaknya mulai menjadi song of the day. Perlahan tapi pasti akan membumi.

Banyak cara yang dilakukan untuk mewujudkan pembelajaran yang kekinian. Pembelajaran daring. Pembelajaran yang tidak tersekat oleh jarak dan ruang. Semua dilakukan dengan membentuk kelas virtual. Kelas belajar yang dilakukan secara online.

Terdapat banyak penyedia pembelajaran online. Sebut saja ada moodle, edmodo, google classroom, dan lain-lain. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Tetapi tujuannya sama. Memfasilitasi pembelajaran online. Memfasilitasi keberadaan kelas virtual.

Itulah yang kami bahas bersama Bapak dan Ibu Guru IPA MTs di Kabupaten Ponorogo. Mereka tergabung dalam wadah MGMP IPA. Pagi itu, bertempat di MTs Negeri 1 Ponorogo, para penerus Albert Einstein ini diskusi terkait pembelajaran kekinian. 

Usia tidak menjadi penghalang mereka untuk belajar menggunakan Google Classroom. Mulai dari pengenalan google classrom. Instalasi pada hand phone. Pembuatan kelas virtual, upload materi, pembuatan kuis, dan juga ujian secara online. Mereka begitu sangat antusias untuk mengikuti kegiatan yang dikemas dalam bentuk seminar tersebut.

Awalnya, Saya heran mengapa mereka begitu antusias. Tetapi kemudian saya tersadar, bahwa ini terjadi karena mereka guru MTs. Tentu sangat menghayati sebuah hadits yang sering kita dengarkan اُطْلُبُوا العِلْمَ مِنَ المَهْدِ إِلى اللَّحْدِ (Tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga liang lahat).

Unduh materi pelatihan Pembelajaran di Era Revolusi Industri di sini

 

Abdimas Award 2018

Nawari Ide News | Ponorogo, 29 September 2018. Pagi itu, hall Amaris Hotel terlihat sangat ramai. Bukan untuk rapat, workshop, atau seminar seperti biasanya. Tetapi karena sedang dilaksanakan kegiatan Abdimas Award 2018. Abdimas sendiri merupakan akronim dari “Pengabdian kepada masyarakat”. Pada kegiatan ini dilakukan apresiasi terhadap seluruh madrasah dampingan yang terbaik.

Abdimas Award 2018 ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan sebelumnya. “Kegiatan ini merupakan puncak dari serangkaian kegiatan Abdimas kami, di mana sebelumnya kami telah melakukan perencanaan, pelatihan, dan juga kompetisi antar madrasah dampingan” ungkap Edi Irawan, selaku tim pelaksana pengabdian kepada masyarakat.

Pada tahap pertama, dilakukan perencanaan untuk pembuatan Website masing-masing madrasah. Penetapan nama domain dilakukan bersama antara tim pengabdian kepada masyarakat dengan madrasah. Kemudian, dilakukan pembelian domain dan hosting untuk masing-masing madrasah.

Selanjutnya pada tahap kedua, dilakukan pelatihan teknik pengelolaan Website. Peserta kegiatan ini adalah para operator dari masing-masing madrasah. Materi pelatihan meliputi teknik pengisian website dan teknik penyusunan berita. Targetnya adalah para operator memiliki kemampuan untuk melakukan pengelolaan website masing-masing.

Pada tahap ketiga, madrasah diberikan kesempatan untuk mengisi dan mengembangkan website. Selama proses pengisian website, tim Abdimas melakukan monitor dan evaluasi, baik secara online maupun secara langsung ke madrasah-madrasah. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa proses pengisian dan pengelolaan website berjalan lancar.

Kompetisi antar website merupakan bagian tidak terpisahkan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. “Ini merupakan distingsi kegiatan pengabdian kepada masyarakat kami dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat lainnya” lanjut dosen matematika ini.

Terdapat beberapa kategori website yang ditetapkan menjadi website terbaik. Pertama, website terbaik kategori kualitas layanan informasi online; Kedua, website terbaik kategori tampilan layout; Ketiga, website terbaik kategori konten deradikalisasi; Keempat, website terbaik kategori kualitas inovasi; dan Kelima, website terfavorit.

Tips Excel: Solusi Fungsi IF Berulang Lebih dari 8 Kali

Excel Mania | 17 September 2018. Suatu ketika, saya dipusingkan dengan rumus if yang bertingkat untuk menentukan nilai mahasiswa, masuk pada kategori A+, A, A-, dan seterusnya. Pasalnya, Excel hanya bisa menerima fungsi if sampai delapan kali saja. Sehingga untuk menentukan nilai dengan 15 tingkat akan tidak diproses oleh Excel.

Misalkan menggunakan fungsi IF, untuk menentukan nilai akhir dengan 15 stratifikasi di atas akan yang sangat panjang. “=IF(M14=”A+”,4, IF(M14=”A”,3.75, IF(M14=”A-“,3.5, IF(M14=”B+”,3.25, IF(M14=”B”,3, IF(M14=”B-“,2.75, IF(M14=”C+”,2.5, IF(M14=”C”,2.25, IF(M14=”C-“,2, IF(M14=”D+”,1.75, IF(M14=”D”,1.5, IF(M14=”D-“,1.25, IF(M14=”E+”,1, IF(M14=”E”,0.75, IF(M14=”E-“,0.5, IF(M14=”T”,0,””))))))))))))))))”, dan hasilnya tentu error.

Solusinya adalah, gunakan fungsi VLOOKUP. Prosedurnya adalah sebagai berikut.

Pertama, siapkan tabel referensi terlebih dahulu, urutkan dari nilai yang terendah sebagaimana contoh berikut.

Kedua, gunakan fungsi VLOOKUP dengan Approximate Match (TRUE). Ketikkan =VLOOKUP(Alamat Sel Yang Akan Dikonversi; Alamat Tabel Referensi;Urutan Data Pada Tabel Referensi;TRUE). Berikut adalah contoh hasil pemanfaatan VLOOKUP Approximate Match untuk menggantikan fungsi IF yang banyak.

Ketiga, tambahkan STRING ($) pada alamat tabel referensi, agar fungsi bisa langsung di drag hingga data terakhir. Sehingga konversi nilai akan berjalan dengan sekejap saja.

File contoh pemanfaatan VLOOKUP Approximate Match untuk konversi nilai dapat diunduh di sini.

Operator IT MA Antusias Mengikuti Pelatihan

Nawari Ide News | 18 Agustus 2018. Sebanyak 20 peserta sangat antusias mengikuti pelatihan optimalisasi pemanfaatan website madrasah. Seluruh peserta merupakan para operator IT yang bertanggung jawab atas pengembangan website masing-masing madrasah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Maesa Hotel Ponorogo pada hari Sabtu,  18 Agustus 2018. Hadir sebagai narasumber Edi Irawan, M.Pd., Dosen IAIN Ponorogo sekaligus pengusul dan pelaksana kegiatan pengabdian kepada masyarakat terintegrasi tahun 2018.